swarabhayangkara.com, Jakarta — Gedung Smesco di Jakarta siang itu menjadi ruang pertemuan bagi dua dunia yang saling membutuhkan: media dan usaha kecil.
Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Provinsi DKI Jaya datang tidak membawa proposal kaku, melainkan niat untuk merawat cerita tentang UMKM—cerita yang selama ini bekerja diam-diam menopang perekonomian.
Audiensi dengan Direktur Utama Smesco, Doddy Akhmadsyah Matondang, pada Senin (26/1/2026), menjadi penanda awal sinergi. Ketua AMKI Jaya, Heryanto, menyampaikan kegelisahan yang sederhana namun penting: UMKM kerap luput dari sorotan media, meski justru menjadi sektor yang paling tangguh ketika krisis datang silih berganti.
“UMKM adalah sektor yang tahan terhadap guncangan. Karena itu, sudah sepatutnya media memberi ruang lebih adil bagi mereka,” ujar Heryanto. Ia menegaskan komitmen AMKI Jaya untuk mendorong anggotanya lebih sering mengangkat isu dan kisah UMKM ke ruang publik.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu, AMKI Jaya hadir lengkap. Hakim Moesthaf sebagai Dewan Penasihat turut menyertai, bersama jajaran pengurus inti—Fadly, Iksan, Derry, dan para anggota lainnya. Dari pihak Smesco, hadir Toto dari Sekretariat serta Mirah Ayu, Kepala Bagian Hukum dan Sekretariat LLP-KUKM Smesco.
Tak berhenti pada wacana, AMKI Jaya juga menyampaikan rencana kegiatan konkret. Pada 26 Februari 2026, bertepatan dengan bulan Ramadhan, AMKI Jaya berencana menggelar talk show, santunan anak yatim, dan buka puasa bersama di Gedung Smesco. Tema yang diusung, “Lebih Berkah Pembiayaan Syariah,” diharapkan menjadi ruang dialog antara UMKM, pembiayaan, dan nilai.
Direktur Utama Smesco, Doddy Akhmadsyah Matondang, menyambut rencana tersebut dengan terbuka. Ia menegaskan bahwa Smesco memang dirancang sebagai tempat UMKM bertumbuh.
“Ini adalah rumah besar UMKM untuk naik kelas. Di sini tersedia innovation lab, food lab, hingga area pameran yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha,” katanya.
Sementara itu, Mirah Ayu melihat kolaborasi ini sebagai pertemuan dua peran yang saling melengkapi. Ia mendorong AMKI Jaya untuk bersama-sama membangun program berkelanjutan, salah satunya melalui podcast di kanal YouTube yang menghadirkan pelaku UMKM sebagai suara utama.
“UMKM perlu ruang untuk bercerita tentang usahanya, tantangannya, dan peluangnya. Media adalah jembatan yang paling memungkinkan itu terjadi,” ujar Mirah.
Di rumah besar UMKM ini, pertemuan tak sekadar menjadi agenda. Ia menjelma menjadi ikrar kecil: bahwa usaha-usaha yang tumbuh dari kerja sunyi layak diberi cahaya, agar langkah mereka tak lagi berjalan sendiri.







