DAERAH

Tambang Emas Ilegal di Desa Karya Mandiri Parimo Merusak Lingkungan Yang Sangat Parah, Dugaan Pembiaran Kades Menguat

31
×

Tambang Emas Ilegal di Desa Karya Mandiri Parimo Merusak Lingkungan Yang Sangat Parah, Dugaan Pembiaran Kades Menguat

Sebarkan artikel ini

 

Parimo, (15/04) — Aktivitas tambang emas ilegal di wilayah ini kian mengkhawatirkan. Kerusakan lingkungan terjadi secara masif, sementara penanganan dari pihak terkait dinilai lamban.

Kondisi ini memicu keresahan warga yang setiap hari dihantui ancaman bencana.

Pantauan di lokasi menunjukkan, lahan yang sebelumnya hijau kini berubah menjadi area rusak dengan lubang-lubang besar dan genangan air menyerupai danau kecil.

Aktivitas tambang tanpa izin tersebut diduga kuat telah berlangsung cukup lama tanpa tindakan tegas.

Warga setempat mengaku khawatir terhadap potensi bencana, terutama saat musim hujan. Genangan air di bekas galian tambang berpotensi meluap sewaktu-waktu dan memicu banjir bandang yang dapat menyapu permukiman di wilayah hilir.

“Kalau hujan deras turun, kami takut air dari atas turun membawa lumpur dan batu. Ini bisa jadi air bah,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya merusak bentang alam, aktivitas ini juga mengancam keselamatan masyarakat. Struktur tanah yang labil serta terbentuknya kolam-kolam besar meningkatkan risiko longsor dan runtuhan tanah secara tiba-tiba.

Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, muncul dugaan adanya pembiaran oleh aparat desa. Kepala desa setempat dinilai tidak mengambil langkah konkret untuk menghentikan aktivitas ilegal yang semakin merajalela. Hal ini memunculkan pertanyaan publik terkait komitmen pemerintah desa dalam menjaga lingkungan dan keselamatan warganya.

Sejumlah tokoh masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah di Kabupaten Parigi Moutong untuk segera turun tangan. Mereka meminta adanya penertiban tegas terhadap tambang ilegal serta investigasi terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat atau melakukan pembiaran.

“Jangan sampai menunggu korban jiwa baru bertindak. Ini sudah jelas merusak alam dan membahayakan warga,” tegas seorang tokoh masyarakat.

Kasus tambang ilegal di Sulawesi Tengah ini kembali menjadi cermin lemahnya pengawasan serta penegakan hukum di sektor pertambangan.

Jika tidak segera ditangani, bukan hanya lingkungan yang hancur, tetapi juga keselamatan masyarakat yang menjadi taruhan.

(HAMRUT)