NASIONAL

Aksi 25 Orang di Kementerian ESDM, Polres Jakpus Kawal Unjuk Rasa Tolak Penambahan RKAB

9
×

Aksi 25 Orang di Kementerian ESDM, Polres Jakpus Kawal Unjuk Rasa Tolak Penambahan RKAB

Sebarkan artikel ini

Jakarta Pusat, 21/09 (MSB) – Sebanyak 25 orang dari Barisan Eksekutif Muda Indonesia dan Mimbar Suara Rakyat Sultra menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu belakang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (21/9/2025).

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penolakan penambahan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Vale Indonesia.

Massa aksi membawa sejumlah spanduk dan poster yang berisi tuntutan, di antaranya meminta penolakan penambahan RKAB PT Vale Indonesia di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, serta penyelesaian sengketa lahan.

Selain itu, massa mendesak pemerintah segera menuntaskan janji pembangunan smelter dan meminta penyelesaian persoalan yang berkaitan dengan kegiatan PT Vale Indonesia di wilayah tersebut.

Kapolsubsektor Juanda, Ipda Sutarman, mengatakan pihak kepolisian melakukan pengamanan dan pengawalan sejak massa aksi tiba hingga kegiatan berlangsung di lokasi.

“Kami memberikan pelayanan dan pengamanan agar penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Kami juga mengawal massa sejak melakukan longmarch menuju Kementerian ESDM,” ujar Ipda Sutarman.

Aksi tersebut diawali dengan kedatangan satu unit mobil pengeras suara bersama sekitar 15 orang di depan Gedung Danareksa pada pukul 08.40 WIB. Jumlah massa kemudian bertambah menjadi sekitar 25 orang.

Sekitar pukul 09.47 WIB, massa bergerak dengan melakukan longmarch dari depan Gedung Danareksa menuju Kementerian ESDM dengan pengawalan personel kepolisian.

Lima menit kemudian, massa tiba di pintu belakang Kementerian ESDM. Pada pukul 09.57 WIB, massa mulai menyampaikan aspirasi melalui orasi menggunakan mobil pengeras suara.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H. mengatakan, Polres Metro Jakarta Pusat mengedepankan pendekatan pelayanan dan pengamanan dalam setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman dan tertib. Kami juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban serta menghormati pengguna jalan dan masyarakat di sekitar lokasi,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Dalam pengamanan aksi tersebut, sebanyak 26 personel Polri dikerahkan. Pengamanan dipimpin oleh Kapolsubsektor Juanda Ipda Sutarman.

Hingga aksi berlangsung, situasi di sekitar Kementerian ESDM dilaporkan aman dan kondusif. Polres Metro Jakarta Pusat memastikan pengamanan akan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian kegiatan aksi selesai.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)