NASIONAL

Jembatan Merah Putih buka akses pendidikan dan ekonomi warga Banjar

6
×

Jembatan Merah Putih buka akses pendidikan dan ekonomi warga Banjar

Sebarkan artikel ini

 

Banjar, Kalsel, 05/11  – Pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Sungai Tuan Ilir Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, membuka akses ekonomi warga, termasuk pendidikan dan pelayanan administrasi desa, melalui infrastruktur penghubung antardesa sepanjang 20 meter.

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan di Astambul, Kabupaten Banjar, Kamis, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi kepolisian, pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengatasi keterbatasan akses mobilitas warga.

Yudha menyampaikan hal tersebut saat meresmikan Jembatan Merah Putih bersama Bupati Banjar Saidi Mansyur di Desa Sungai Tuan Ilir Kecamatan Astambul.

Dia menyebut pembangunan jembatan menjadi bagian dari upaya memperluas akses infrastruktur yang langsung dibutuhkan masyarakat.

Menurut Yudha, hingga November 2026 Polda Kalsel telah meresmikan sekitar 36 Jembatan Merah Putih di sejumlah wilayah, sementara pembangunan serupa juga dilaksanakan jajaran kepolisian resor di kabupaten dan kota.

“Infrastruktur ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat serta memperlancar aktivitas sehari-hari warga,” ujarnya.

Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI pada Januari 2026 mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur penghubung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan jembatan.

Ke depan, program pembangunan tidak hanya menyasar jembatan baru, tetapi juga mencakup perbaikan dan renovasi jembatan rusak yang selama ini menghambat aktivitas masyarakat, khususnya jalur penyeberangan yang digunakan anak sekolah.

Sementara itu, Bupati Banjar Saidi Mansyur mengatakan keberadaan jembatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi warga, mulai dari memperlancar perjalanan anak-anak menuju fasilitas pendidikan hingga memudahkan masyarakat mengurus administrasi di kantor desa.

“Jembatan ini diharapkan dapat dijaga dan dipelihara dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.

Jembatan dengan konstruksi beton sepanjang 20 meter dan lebar 4,5 meter tersebut dibangun menggunakan dana APBD Kabupaten Banjar sebesar Rp2,8 miliar. Infrastruktur itu menghubungkan RT 01 dan RT 04 Desa Sungai Tuan Ilir sekaligus menjadi akses penghubung menuju Desa Banua Anyar.

Pemerintah daerah bersama kepolisian berharap keberadaan jembatan tersebut mampu memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat serta mengurangi hambatan perjalanan warga yang selama ini bergantung pada akses penghubung antardesa.

(rizal)