DAERAH

Polda Maluku siapkan batalyon cadangan antisipasi gangguan kamtibmas

64
×

Polda Maluku siapkan batalyon cadangan antisipasi gangguan kamtibmas

Sebarkan artikel ini

 

Ambon, 07/4  – Kepolisian Daerah Maluku menyiapkan batalyon cadangan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika global.

“Situasi kamtibmas dalam negeri saat ini tidak lepas dari pengaruh dinamika global. Karena itu, seluruh personel harus peka dan mampu mengantisipasi setiap potensi gangguan,” kata Kepala Biro Operasi Polda Maluku Ronald R. Rumondor di Ambon, Senin.

Ia mengatakan kesiapsiagaan tersebut penting mengingat perkembangan situasi global dapat berdampak terhadap stabilitas keamanan dalam negeri.

Sebagai tindak lanjut arahan Kapolda Maluku, pihaknya menyiapkan pembentukan kembali batalyon cadangan yang dapat digerakkan sewaktu-waktu untuk menghadapi situasi kontinjensi di wilayah Maluku.

“Seluruh personel yang tergabung harus siap digerakkan kapan pun dibutuhkan. Setiap anggota juga wajib memahami posisi dan tugas pokoknya dalam struktur batalyon cadangan,” tegasnya.

Menurut dia, potensi gangguan keamanan dapat berawal dari ambang gangguan yang jika tidak ditangani dapat berkembang menjadi gangguan nyata.

Selain itu, Mabes Polri telah menggelar konverensi video dengan jajaran Polda sebagai bentuk respons terhadap dinamika global yang perlu diantisipasi.

Ia juga menyoroti potensi dampak situasi geopolitik di Timur Tengah terhadap pasokan dan stabilitas harga bahan bakar minyak di Indonesia.

“Kita harus memahami bahwa sebagian pasokan BBM berasal dari kawasan Timur Tengah yang saat ini situasinya cukup dinamis. Namun pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas dalam negeri,” kata Ronald.

Di sisi lain, ia menegaskan kebijakan kerja dari rumah bagi aparatur sipil negara tidak berlaku bagi personel Polri karena tugas kepolisian menuntut kesiapsiagaan penuh di lapangan.

Karena itu, setiap satuan kerja diminta menyusun perencanaan operasional secara matang untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk keterbatasan anggaran.

Selain itu, para perwira dan komandan di setiap tingkatan diminta mampu mengendalikan serta menggerakkan personel secara cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi situasi darurat.

(winda)