DAERAH

Polres Pekalongan Kota bekali pelajar bijak manfaatkan AI

90
×

Polres Pekalongan Kota bekali pelajar bijak manfaatkan AI

Sebarkan artikel ini

 

Pekalongan, 10/4  – Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah bersama Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia membekali para pelajar sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan tentang pemahaman teknologi digital sekaligus mengajak mereka bijak memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kepala Kepolisian Resor Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi di Pekalongan, Jumat, mengatakan kegiatan itu bentuk kepedulian Polri terhadap masa depan generasi muda dalam menghadapi era transformasi.

“Pelajar sebagai Generasi Z memiliki peran penting dalam menghadapi era transformasi digital yang ditandai dengan kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan,” katanya.

Dia mengatakan teknologi kecerdasan buatan telah merambah berbagai aspek kehidupan mulai dari pendidikan, industri kreatif, hingga dunia kerja.

“Oleh karena itu, para pelajar perlu memiliki kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal dan kami mengingatkan bisa bijak dalam menggunakan AI,” katanya.

Ia berharap, para pelajar tidak menjadikan teknologi kecerdasan buatan sebagai ketergantungan melainkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas.

“Gunakan AI sebagai sarana untuk belajar dan berkembang bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir. Tetap kritis, selektif, dan bertanggung jawab dalam menggunakannya,” katanya.

Polri terus mendorong para pelajar untuk mengikuti pelatihan ini dengan semangat dan kesungguhan agar materi yang disampaikan dapat diterima peserta dengan menyenangkan.

“Jadikan pelatihan ini sarana belajar yang menyenangkan, ciptakan suasana riang gembira namun tetap fokus dan serius sehingga semua dapat menggunakan AI dengan efektif dan efisien,” katanya.

Peserta pelatihan, Karida Angel, mengatakan pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman dasar tentang AI tetapi juga mengajak pelajar untuk berpikir kritis terhadap informasi yang beredar di dunia digital.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelajar mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memiliki etika digital yang kuat,” katanya.

(Nadi)